Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW - SMPN 3 Pangandaran

By Tasiran Dwi Yoga 15 Jan 2026, 14:27:29 WIB info sekolah
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW - SMPN 3 Pangandaran

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
SMP Negeri 3 Pangandaran

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Hari ini, di bawah langit Pangandaran yang cerah, kita berkumpul di lingkungan SMP Negeri 3 Pangandaran bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk menyelami kembali sebuah perjalanan agung yang melintasi batas logika manusia.
 
Ribuan tahun lalu, dalam satu malam yang tenang, Rasulullah SAW menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra Mi’raj adalah bukti kekuasaan Allah SWT sekaligus momen diterimanya perintah salat lima waktuyaitu tiang agama yang menjadi kompas moral bagi kita semua. Bagi kita, keluarga besar SMPN 3 Pangandaran, peringatan ini adalah momentum untuk merefleksikan diri. Sebagaimana perjalanan Nabi yang penuh rintangan namun membuahkan cahaya, semoga proses belajar kita di sekolah ini juga dipenuhi semangat transformasi. Mari kita jadikan nilai-nilai disiplin dalam salat sebagai landasan untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, cerdas, dan tangguh, dengan mengambil tema  "Sholat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya, dan barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah merobohkan agamanya."
 
Dengan memperingati Isra Mi’raj, SMPN 3 Pangandaran mengadakan berbagai lomba diantaranya lomba adzan
       
lomba hafalan Asmaul husna
         
dan lomba menyanyi lagu religi
 
Mari kita khidmat mengikuti rangkaian acara ini. Semoga tetesan ilmu yang kita dapatkan hari ini menjadi berkah bagi masa depan kita semua.
 
Cerita singkat.:
 
Perjalanan Cahaya di Malam yang Suci
Pada suatu malam yang sunyi di bulan Rajab, saat alam semesta terlelap, Allah SWT menjemput kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah perjalanan yang melampaui batas ruang dan waktu. Peristiwa ini dikenal sebagai Isra Mi’raj.
 
Ditemani Malaikat Jibril dan mengendarai Buraq yang secepat kilat, Rasulullah berangkat dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Di sana, di bumi Palestina yang diberkahi, beliau memimpin salat sebagai imam bagi para Nabi dan Rasul terdahulu. Ini adalah simbol bahwa beliau adalah penutup para Nabi dan pembawa risalah penyempurna.
 
Perjalanan pun berlanjut menembus tujuh lapis langit. Di setiap pintu langit, Rasulullah disambut dengan kemuliaan oleh para Nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim. Hingga akhirnya, beliau melintasi Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang tak mampu dijangkau oleh akal manusia maupun malaikat sekalipun.
 
Di hadapan keagungan Allah SWT, Rasulullah menerima perintah yang sangat istimewa: ibadah salat. Melalui dialog yang penuh kasih, perintah salat yang semula 50 waktu diringankan menjadi 5 waktu sehari semalam, namun dengan nilai pahala yang tetap sama di sisi Allah.
 
Sebelum fajar menyingsing, Rasulullah telah kembali ke Makkah. Meskipun kaum Quraisy mencemoohnya, iman Abu Bakar Ash-Shiddiq berdiri kokoh membenarkannya. Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan mukjizat yang membuktikan kekuasaan Allah dan menjadi titik balik penting dalam ibadah umat Islam.



Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook